loading...

4 Fakta Unik Gurun Gobi (Gurun Terbesar Di Dunia)



Gurun Gobi adalah gurun besar yang membentang melalui Cina dan sebagian Mongolia. Gurun ini juga sering disebut Gov’ atau Govi dan memiliki peran budaya serta ekonomi di kedua negara tersebut selama ribuan tahun. Seperti daerah gurun lain di seluruh dunia, Gurun Gobi ditandai dengan kondisi yang berat dan suhu ekstrem. Meskipun demikian, penggembala nomaden telah lama mendiami Gurun Gobi dan menganggapnya sebagai rumah. Meskipun kebanyakan orang mengasosiasikan gurun dengan daerah berpasir, Gobi pada kenyataannya tidak terlalu berpasir. Sebagian besar wilayah Gobi terdiri dari daerah berbatu dan berkerikil dengan semak-semak yang tersebar di beberapa daerah, terutama yang dekat Sungai Kerulen, sebagai sumber air. Beberapa daerah gurun ini juga memiliki bukit pasir besar yang menjadi salah satu daya tarik wisata. Luas wilayah Gurun Gobi sekitar 1.295.000 kilometer persegi, membuatnya menjadi salah satu gurun terbesar di dunia, setelah Sahara.

Lebih dari itu, ada beberapa fakta unik yang harus Anda ketahui sebagai penambah wawasan kita. Berikut 4 fakta unik Gurun Gobi.

1. Tempatnya Spesies Khusus Hewan Mamalia
Gurun Gobi terletak di perbatasan antara Mongolia dan Cina, yang menjadi salah satu padang gurun terbesar di Dunia. Gurun seluas 1.295.000 km persegi ini tergolong gurun dingin dan kering, di mana tidak banyak makhluk hidup yang mampu beradaptasi dalam iklim ekstrem pada area ini. Akan tetapi, di balik ekstremnya suhu dan iklim di Gurun Gobi terdapat beberapa hewan mamalia yang mampu beradaptasi serta memiliki habitat utama di padang gurun ini. Berikut Hewa Mamalia yang berhasil beradaptasi dengan kondisi Gurun Gobi: Snow Leopard, Gobi Bear, Asian Ibex, Wild Bactrian Camel, dan  Mongolian wild ass.

2. Daerah Kaya Akan Fosil
Gurun ini memiliki luas sekitar 1.295.000 kilometer persegi dan memiliki daerah bernama Bayanghongor. Di tempat itu, disebut sebagai daerah yang kaya akan fosil dinosaurus. Temuan fosil ini menjadi sumber berharga bagi ahli arkeolog. Pada Agustus 2016 yang lalu, para ilmuwan menemukan jejak kaki dinosaurus terbesar di gurun ini. Jejak tersebut diperkirakan memiliki panjang 106 cm dan lebar 77 cm, serta berusia sekitar 70 juta tahun. Selain itu Di tengah Gurun Gobi, terdapat sebuah danau yang sangat indah. Danau tersebut berbentuk bulan sabit. Oleh sebab itu, danau ini disebut Danau Bulan Sabit. Kemudian juga ada tempat indah lainnya seperti Gua Magao. Danau Bulan Sabit dan Gua Magao ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan sejarah yang harus dilindungi. Tempat ini juga menjadi daerah yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia.

3. Cuaca Ekstrem Gurun Gobi
Sebagian besar gurun memang punya pergantian cuaca yang ekstrem. Namun Gobi sangat ekstrem. Suhunya bisa berubah hingga 60 Fahrenheit hanya dalam waktu 24 jam loh! Ia bisa turun hingga minus 40 derajat pada musim dingin dan naik setinggi 122 derajat Fahrenheit pada musim panas. Rata-rata suhu sepanjang tahun di gurun Gobi hanya 37 derajat Fahrenheit. Lumayan dingin juga, kan?

Pada musim dingin, Gurun Gobi bisa mengerikan banget. Angin kencang bertiup dan suhunya yang sangat dingin membentuk badai pasir es atau bahkan badai salju. Nggak heran kalau nggak semua tanaman dan hewan bisa hidup dan bertahan di Gurun Gobi. Walaupun begitu, tetap saja ada beberapa ekosistem yang sanggup bertahan.

4. Legenda Cacing Maut Gurun Gobi
Death Worm atau Cacing Maut begitulah orang-orang Mongolia menyebutnya. Binatang yang diyakini hidup di Gurun Gobi tersebut sangat berbahaya dan begitu mematikan. Bentuknya pun tentu saja tak seperti cacing seperti pada umumnya. Melainkan binatang yang dalam bahasa Mongolia disebut olgoi-khorkhoi ini memiliki ukuran panjang hingga satu meter berwarna merah tua, dengan dua senjata mematikan. Yakni kulitnya yang sangat beracun, serta dapat membunuh manusia dengan cara melontarkan sengatan listrik. Mulutnya pun sangat menyeramkan, dengan taring - taring yang sangat tajam.

Sudah sejak lama keberadaannya diyakini secara turun - temurun di kalangan masyarakat Mongolia. Diceritakan dari generasi ke generasi. Namun, ternyata hingga saat ini belum ada bukti untuk mengungkap keberadaannya. Penelitian demi penelitian, sampai pada pencarian di Gurun Gobi pun tak pernah menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Pendek kata, binatang yang begitu ditakuti di Gurun Gobi ini pun hanya berakhir menjadi sebuah legenda.

Keberadaan Cacing Maut ini kali pertama diketahui secara luas lewat sebuah buku karya seorang paleontologist asal Amerika bernama Roy Chapman Andrews pada tahun 1926 silam.
Dalam buku berjudul On the Trail of Ancient Man tersebut, Chapman sendiri sebenarnya menyebutkan ketidakpercayaannya. Namun ia menggarisbawahi bahwa cerita keberadaan cacing maut ini benar-benar diyakini oleh orang Mongolia.

Sejak saat itulah, berbagai penelitian dilakukan. Dengan mencarinya langsung di Gurun Gobi, memasang perangkap, hingga melakukan wawancara dengan warga setempat. Tapi hasilnya nihil.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Fakta Unik Gurun Gobi (Gurun Terbesar Di Dunia)"

Posting Komentar