loading...

Film Dilan 1990 : Inilah 3 Poin Keburukan Di Balik Keromantisannya

Film adalah suatu karya yang melibatkan dua unsur yaitu kesenian dan teknologi (kamera), perpaduan ini akan menghasilkan audio visual dengan menekankan pada gestur dan ekspresi demi menghidupkan hiburan serta emosional penikmatnya. Sedangkan, Menurut Effendi 1986 : 239, Film diartikan sebagai hasil budaya dan alat ekspresi kesenian.
Merujuk pengertian di atas, maka film juga sebagai wadah apresisai atau kritik sastra bagi para penikmat. Kritik sastra adalah suatu analisa mengenai baik buruknya suatu karya secara objektif. Tujuan adanya kritik sastra yaitu sebagai bahan acuan untuk meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan. Ruang lingkup kritik sastra itu sendiri sangatlah luas, karena sebagai kritikus sastra dapat menilai dari berbagai arah pada satu karya.
Perfilman Indonesia sudah jauh berkembang, terbukti setiap tahun banyak bermunculan film yang digandrungi oleh pemuda-pemudi atau orang tua dan bahkan anak-anak sekalipun. Ini dikarenakan, para penggelut film selalu memberikan suguhan film dengan berbagai jenis baik mengenai kisah nyata atau fiktif. Kita tahu, Film Dilan 1990 sangatlah populer di awal tahun 2018. Kebanyakan pemuda menjadi penggemar dari film tersebut. Itu semua disebabkan oleh suguhan keromantisan dalam film Dilan 1990. Tetapi tidak lengkap jika kita melihat segi positifnya saja, maka inilah 3 poin keburukan yang dapat berdampak pada kalangan remaja pada Film Dilan 1990.

1. Premanisme dan Geng Motor

Pada film Dilan 1990, memang secara umum menyuguhkan adegan keromantisan. Akan tetapi, beberapa adegan juga menjelaskan adanya hal negatif. Terlebih, salah satu adegan pada film Dilan menampilkan premanisme dan geng motor di kalangan siswa. Premanisme dan geng motor pada film tersebut bisa saja menjadi sugesti di kalangan siswa-siswi. Apalagi, geng motor selalu menajdi momok menakutkan karena kebrutalannya. Banyak media yang menampilkan dan memberitakan premanisme yang dilakukan oleh geng-geng motor yang tidak bertanggung jawab. Dengan adegan seperti itu, film Dilan 1990 seperti memberikan gambaran tersendiri terkait premanisme pada geng motor di kalangan siswa siswi.

2. Bandelnya Seorang Siswa (melawan guru, jahil atau kekersan sesama siswa, bolos sekolah atau tidak ikut pelajaran, dll)

Kenakalan masa sekolah merupakan realita yang sangat nyata adanya, namun suguhan adegan pada film Dilan 1990 seolah-olah memberikan contoh bahwa karakteristik seorang siswa adalah bandel. Mungkin dalam adegan Dilan hanya segelintir menampilkan keburukan, akan tetapi kita tidak tahu setiap individu menyikapi adegan film tersebut seperti apa dan bagaiman. Ini dikarenakan, wawasan yang dimiliki oleh siswa-siswi sangat terbatas. Ditambah masa sekolah merupakan masa perkembangan pola berfikir dan kedewasaan yang dikolaborasikan kelabilan diri. Sehingga sangat rentan dapat meniru serta dipengaruhi oleh berbagai objek yang dilihatnya.

3. Pelecehan Wanita

Menyangkut pelecehan pada film Dilan 1990. Pelecehan dapat dilakukan dengan cara berbagai macam baik secara langsung (kontak fisik) atau hanya dengan ucapan atau lisan. Kita tahu, pada film Dilan ada adegan yang melechkan wanita secara lisan. Kala itu, Milea yang bertemu dengan pacarnya yang di jakarta pada acara lomba cerdas cermat di TVRI. Kebetulan, Milea sedang duduk berdua dengan salah satu cowok teman sekelasnya, melihat hal tersebut pacar Milea langsung naik pitam dan terjadilah cekcok diantara mereka. Secara spontan pacar Milea mengucapkan beberapa kosa kata yang tergolong kedalam pelecehan “kecentilan, genit,  ganjen, gatel, dan pelacur”. Kata ini dikategorikan sebagai pelecehan seksual karena mengarah pada aktifitas kenakalan (seksualitas). Namun, di Indonesia masih sedikit orang yang mempermasalahkan hal tersebut. Meski demikian, secara logika perkataan tersebut tidak etis jika diarahkan kepada wanita. Apalagi, di dengar orang tua wanita? Tentu akan menunjukkan emosi ketidakterimaan.

Penulis : Rizki Subbeh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Film Dilan 1990 : Inilah 3 Poin Keburukan Di Balik Keromantisannya"

Posting Komentar