loading...

Teori Feminisme dan Beberapa Alirannya



TEORI FEMINISME
Pengertian Feminisme

Teori Feminisme
Feminisme berasal dari kata latin Femina yang berarti memiliki sifat keperempuanan. Feminisme diawali oleh ketimpangan posisi perempuan dibandingkan laki-laki di masyarakat. Akibat persepsi ini, timbul beberapa upaya untuk mengkaji penyebab ketimpangan tersebut untuk mengeliminasi dan menemukan formula penyetaraan hak perempuan dan laki-laki dalam segala bidang, sesuai dengan potensi mereka sebagai manusia (Anshori, 1997:19).
Membahas feminisme tidak dapat lepas dari kritik sastra feminisme, yaitu salah satu disiplin ilmu kritik sastra yang lahir sebagai respon berkembangluasnya feminisme di berbagai penjuru dunia. Moeliono dkk., (dalam Sugihastuti dan Suharto 2005:61) menyatakan bahwa feminisme adalah gerakan kaum perempuan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan kaum laki-laki. Persamaan itu meliputi semua aspek kehidupan, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya (Djajanegara dalam Sugihastuti dan Suharto, 2005:61). Sedangkan feminisme menurut Geofe (dalam Sugihastuti dan Suharto, 2005:61) merupakan kegiatan terorganisasi yang memperjuangkan hak-hak dan kepentingan perempuan. Jika perempuan memiliki hak yang sederajat dengan laki-laki, berarti perempuan bebas menentukan dirinya sendiri sebagaimana yang dilakukan oleh laki-laki selama ini. Irhomi (dalam Sugihastuti dan Suharto, 2005:61) menyebut hal tersebut dengan otonomi perempuan. Dengan kata lain, feminisme merupakan gerakan kaum perempuan untuk memperoleh otonomi atau kebebasan menentukan dirinya sendiri.
Kritik sastra feminisme berawal dari hasrat feminis untuk mengkaji karya penulis-penulis wanita di masa silam dan untuk menunjukkan citra wanita dalam karya penulis-penulis pria yang menampilkan wanita sebagai makhluk yang dengan berbagai cara dikekang, disalahtafsirkan, serta disepelekan oleh tradisi patriarkal yang dominan. Bisa dikatakan, hasrat yang pertama didasari oleh perasaan cinta dan setia kawan terhadap penulis-penulis wanita dari zaman dahulu, dan hasrat yang kedua didasari oleh perasaan prihatin dan amarah (Djajanegara, 2000:27). Dalam hal ini, kritik sastra feminis yang dominan adalah kritik yang mengkaji penulis-penulis wanita, gaya penulisan, tema, genre, dan struktur tulisan wanita. Rich (dalam Djajanegara 2000:29) menyatakan bahwa suatu kritik sastra feminis yang radikal pertama-tama akan mengaggap karya sastra sebagai ungkapan tentang cara hidup  kita dulu dan sekarang.   

Feminisme mempunyai beberapa aliran yaitu: liberal, radikal, postmodern, anarkis, marxis, sosial, dan postkolonial. Namun, menurut Fakih (2001:84– 98), di antara beragam aliran tersebut, ada empat aliran yang paling menonjol, yaitu feminisme liberal, feminisme radikal, feminisme marxis, dan feminisme sosial.

a.    Feminisme Liberal
Feminisme liberal berpandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Aliran liberal menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik. Setiap manusia mempunyai kapasitas untuk berpikir dan bertindak secara rasional, begitu pula pada perempuan. Feminisme liberal mengusahakan untuk menyadarkan perempuan bahwa mereka adalah golongan yang tertindas. Tong (1998:15–16) menyatakan bahwa keseluruhan sistem atas hak individu dibenarkan, karena hak tersebut menghasilkan bingkai kerja, yang merupakan dasar bagi masyarakat untuk memilih apa yang terbaik diri mereka masing-masing, selama mereka tidak merampas hak orang lain. Akar ketertindasan dan keterbelakangan pada perempuan ialah karena kesalahan perempuan itu sendiri.
b.    Feminisme Radikal
Feminisme radikal muncul sebagai reaksi atas kultur sexism atau diskriminasi sosial berdasarkan jenis kelamin di Barat pada tahun 60-an, khususnya sangat penting dalam melawan kekerasan seksual dan pornografi (Brownmiller dalam Fakih, 2001:84). Para penganut feminisme radikal tidak melihat adanya perbedaan antara tujuan personal dan politik, unsur-unsur seksual atau biologis. Dalam melakukan analisis tentang penyebab penindasan terhadap kaum  perempuan oleh laki-laki, mereka menganggapnya berakar pada jenis kelamin laki-laki itu sendiri beserta ideologi patriarkinya. Dengan demikian, kaum laki-laki secara biologis maupun politis adalah bagian dari permasalahan. Bagi mereka (kaum perempuan), patriarki adalah dasar dari ideologi penindasan yang merupakan sistem hirarki seksual dimana laki-laki memiliki kekuasaan superior dan privilege ekonomi (Eisenstein dalam Fakih, 2001:84–85).
c.    Feminisme Marxis
Feminisme marxis memandang bahwa penindasan perempuan adalah bagian dari penindasan kelas dalam hubungan produksi. Persoalan perempuan selalu diletakkan dalam kerangka kritik atas kapitalisme. Menurut Marx hubungan antara suami dan istri serupa dengan hubungan antara proletar dan borjuis, serta tingkat kemajuan masyarakat dapat diukur dari status perempuannya (Fakih, 2001: 86). Engels (dalam Fakih, 2001:87) mengatakan bahwa sejarah terpuruknya status perempuan bukan disebabkan oleh perubahan teknologi, melainkan karena perubahan dalam organisasi kekayaan.
d.   Feminisme Sosial
Feminisme sosial melakukan sintesis antara metode historis materialis Marx dan Engels dengan gagasan personal of political dari kaum feminis radikal. Bagi feminisme sosialis, penindasan perempuan terjadi di kelas mana pun, bahkan revolusi sosialis ternyata tidak serta merta menaikkan posisi perempuan. Atas dasar itu mereka menolak visi Marxis klasik yang meletakkan eksploitasi ekonomi sebagai dasar penindasan gender.Sebaliknya, feminisme tanpa kesadaran kelas juga menimbulkan masalah. Oleh karena itu, analisis patriarki perlu dikawinkan dengan analisis kelas. Dengan demikian, kritik terhadap eksploitasi kelas dari sistem kapitalisme harus dilakukan pada saat yang sama dengan disertai kritik ketidakadilan gender yang mengakibatkan dominasi, subordinasi, dan marginalisasi atas kaum perempuan (Fakih, 2001:89–90).



Penulis : Rizki Subbeh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teori Feminisme dan Beberapa Alirannya"

Posting Komentar