loading...

Puisi "Ibu" karya Rizki Subbeh



Ibu
Oleh Rizki Subbeh
Ibu
jikalau seribu matahari menerjang bumi,
bumi akan terbakar, tandus meretak tanah kusam tak berisi
tapi kau akan melindungi dalam dekapmu disisi
Jika aku berdiri mengarungi hati,
terkubur oleh duniawi mencari nafsu birahi
kau akan berdiri mangarungi dalam langkahku,
menuntun dalam kebenaran hidupku
Ibu
Jurang dunia masih terasa tanpa rasa,
jika asa kau beri buta tanpa hati jiwa
kau akan berbicara dengan sejuta amanah
sedangkan diri ini masih terasa asing oleh amanah
apakah pesanmu menjadi hiasan hati dusta?
sekilas sadar akan kasih sayang  teruntai nyata
sepertinya dunia tak mampu berdiri
maka
tanpamu buta akan dunia
Aku berdiri disela-sela jendela
melihat keagungan sang Maha kuasa
Senja indah disana bergaris dikasta langit,
terlihat masih tersiksa rasa dengan dunia yang rapuh akan cinta
Cinta terhadap ibunda
senyummu akan berasa jikalau birahiku masih tersisa
jika aku sendiri  nanti
dunia terasa hampa
jalan akan kusam, bercampur jamur yang bersebaran
sedangkan rumput akan berdiri menyesatkan
enyah lah daku
akan melayu
Terkadang kata menyakitkan menusuk pikiran
terlintas sejenak akan terasa, meski kata membuat buta
durhaka lah raga
Seuntai bunga saja tak berharga
harta dan kata tidak bisa mengganti jasa
Sujudku di hadapanMu mengantarkan rasa
Dzikir tertuju akan keselamatanmu
Doa akan memuliakanmu
sebintik rasa dari segenap perjalanan,
sedikit akan  menjadi suatu bangga
Bangga akan keberhasilan
sedangkan amanah akan terkenang dalam pikiran
Berhimbas hamparan makna dalam suatu kenangan,
kenangan bagaimana engkau menjaga
anak dan keluarga
Rizki Subbeh adalah Alumni Universitas Jember fakultas Sastra jurusan Sastra Indonesia, berasal dari kota pisang Lumajang kelahiran Kota Pahlawan

                                                                                                Lumajang, 26-12-2013

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi "Ibu" karya Rizki Subbeh"

Posting Komentar