loading...

Pengertian Karya Fiksi, Prosa, Puisi, dan Drama beserta Contohnya

Karya fiksi adalah sebuah karya yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia. 
Golongan atau yang termasuk karya fiksi yaitu prosa, puisi, dan drama. marik saya akan ungkap lebih jauh lagi diawali dengan : 

Prosa adalah  jenis tulisan yang berbeda dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Prosa memiliki sifat bebas karena tidak terikat oleh aturan-aturan seperti rima, diksi, irama dll. Leksikal adalah berkaitan dengan kata/kosa kata (KBBI 2008:805).

Macam-macam prosa
a. Prosa Lama adalah bentuk karya sastra yang belum dipengaruhi oleh kebudayaan barat. Prosa lama berbentuk lisan karena pada zamannya belum ditemukan alat tulis. Bentuk prosa lama yaitu
-Hikayat
Hikayat adalah tulisan fiktif dan tidka masuk akal yang menceritakan tentang kehidupan para dewi, dewa, pangeran, raja, dan lain-lain. Contohnya adalah Hikayat Hang Jebat, Hikayat Nabi Sulaiman, Hikayat Raja Bijak, dan lain-lain.
-Sejarah (Tambo)
Sejarah adalah tulisan yang menceritakan tentang peristiwa-peristiwa tertentu. Ada dua jenis sejarah, yaitu sejarah sastra lama dan baru. Contoh tulisan berbentuk sejarah adalah Sejarah Melayu yang ditulis oleh Tun Sri Lanang pada tahun 1612.
-Kisah
Kisah adalah tulisan-tulisan pendek. Kisah menceritakan tentang cerita perjalanan, pengalaman atau petualangan orang-orang jaman dulu. Salah satu contoh kisah adalah Kisah Raja Abdullah menuju Kota Mekkah.
-Dongeng
Dongeng bercerita tentang khayalan-khayalan masyrakat pada zaman dahulu. Dongeng sendiri terdapat beberapa bentuknya, seperti:
 *Myth (Mitos) bercerita tentang hal-hal gaib, contohnya seperti Ratu Pantai Selatan, Dongeng tentang Batu Menangis, Dongeng asal-usul kuntilanak, dan lain-lain.
*Legenda bercerita tentang sejarah atau asal-muasal terjadinya sesuatu, contohnya seperti Legenda Tangkuban Perahu, Legenda Pulau Jawa, dan lain-lain.
*Fabel bercerita kisah yang tokohnya adalah binatang, contohnya seperti Si Kancil dan Buaya, Si Kancil yang Cerdik, dan lain-lain.
*Sage bercerita tentang kisah pahlawan, keberanian, atau kisah kesaktian , contohnya seperti Ciung Winara, Patih Gadjah Mada, Calon Arang, dan lain-lain.

b. Prosa Baru adalah bentuk karya sastra yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan barat. Bentuk prosa ini muncul karena prosa lama dianggap tidak moderen dan ketinggalan jaman. Bentuk prosa baru yaitu
-Roman
Roman adalah tulisan yang mengisahkan hidup seseorang dari lahir hingga meninggal secara menyeluruh, contohnya seperti Layar Terkembang karya Sultan Takdir Ali Syahbana.
-Novel
Novel adalah cerita yang panjang tentang kehidupan, sifatnya bias fiktif atau no-fiktif, contohnya seperti Novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Ave Maria, dan lain-lain.
-Cerpen
Cerpen adalah adalah cerita pendek yang menceritakan sebagian kecil dari kisah pelaku utamanya. Konflik yang mengubaj sikap pemeran utama, inilah yang embedakan cerpen dan novel. Contoh cerpen yaitu Robohnya Surau Kami karya A.A Navis, Keluarga Gerilya karya Pramoedya Ananta, dan lain-lain.
-Riwayat
Riwayat bercerita tentang kisah hidup orang atau biasanya tokoh terkenal atau yang menginspirasi. Ada dua jenis riwayat, yaitu biografi (ditulis oleh orang lain) dan otobiografi (ditulis sendiri oleh tokoh tersebut).
-Kritik
Kritik adalah bentuk tulisan yang sifatnya memberi alas an atau menilai/menghakimi karya atau hasil kerja seseorang.
-Resensi
Resensi adalah tulisan yang merangkum atau mengulas suatu karya, baik buku, seni, musik, film, atau karya lainnya. Resensi memberikan sudut pandang tentang baik dan buruknya karya tersebut. Dengan kata lain, resensi memberikan gambaran untuk mempertimbangkan apakah kita harus menikmati karya tersebut atau tidak.
-Esai
Esai adalah tulisan yang berisi sudut pandang atau opini pribadi tentang suatu hal yang menjadi topic atau isu dalam tulisan tersebut.

selanjutnya karya fiksi Puisi yuk simak penjelasannya

Puisi adalah bentuk karya sastra yang dihasilkan dari ungkapan/prasaan dengan bahasa yang terikat oleh irama, matra, rima, lirik, dan bait. 

Jenis-jenis Puisi
Menurut zamannya puisi terbagi menjadi 2 yaitu puisi lama dan puisi baru. Marik saya akan bahas lebih mendalam lagi.
*Puisi Lama adalah karya sastra puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan-aturan tersebut antara lain:
     -Jumlah kata dalam 1 baris 
     -Jumlah baris dalam 1 bait
     -Persajakan (rima)
     -Banyak suku kata tiap baris
     -Irama
Ciri-ciri puisi lama :
     -Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
     -Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
     -Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima
Macam-macam Puisi Lama
-Pantun adalah merupakan puisi yang memiliki ketentuan-ketentuan. Ketentuan tersebut sebagai berikut : terdiri atas empat baris, setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata, dua baris pertama merupakan sampiran dua baris berikutnya merupakan isi, dan memiliki rima dengan pola abab. Pantun memiliki jenis diantaranya :
     *Pantun adat (biasanya berisi tentang norma budaya dan istiadat daerah)
     Contoh :
     Pantun Adat Karya Rizki Subbeh

Laut dalam banyak ikan
Sungai semeru besar bebatuannya
Desa tengger memiliki lahan            
Bersih Desa kebiasaanya

-          Pantun Agama (berisi tentang norma agama)
Contoh :
Pantun Adat Karya Rizki Subbeh

Tiang jati sangat hebat
Rumput gajah kegemaran sapi
Tebalkan iman agar kuat
Melewati hidup yang semakin sunyi

-          Pantun Budi (biasanya berisi anjuran kesopanan/prilaku)
Contoh :
Pantun Budi karya Rizki Subbeh

Bunga mawar harum sedunia
Buah durian manis berduri
Buat apa kepandaiannya
Bila tidak memiliki budipekerti

-          Pantun Jenaka (biasanya berisi candaan atau gurauan untuk pembaca)
Contoh :
Pantun Jenaka Karya Rizki Subbeh

Jalan jalan pergi ke surabaya
Jangan lupa beli lidi
Disebrang sana ada wanita
Dilihat ternyata banci

-          Pantun Nasihat (biasanya berisi anjuran menasehati/mengarahkan kearah posiitif)
Contoh :
Pantun Nasehat Karya Serli Dwi Jayanti

Buah sirsat
Buah alpukad
Kalau ingin selamat
Ikuti ajaran Nabi Muhammad

-          Pantun Cinta (berisi kisah cinta yang menyangkut perasaan sayang/cinta seseorang)
Contoh :
Pantun Cinta Karya M. Misbahul Munir

Suara doa berkumandang
Tanda tiba musim haji
Ayat suci berkumandang
Telah datang cinta suci

-          Pantun Pribahasa (berisi ungkapan kelakuan/perbuatan diri seseorang)
Contoh :

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
2.      Karmina adalah pantun kilat atau pantun pendek. Memiliki ciri-ciri yaitu baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua merupakan isi.
Contoh :
Karimina
Karya Rizki Subbeh

Kemarin kamis hujan lebat
Kamu manis tapi bejat

3.      Seloka adalah bentuk puisi melayu klasik, berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Ciri-ciri ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair, terkadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris.
Contoh :
Seloka
Batang kayu lurus keatas
Daun rimbun bergoyang lirih
Perubahan tahun tersimpan sepih
Zaman terus mengubah buah hati
Orang tua menangis sedih
Melihat anak merintih rintih

4.      Syair adalah Bentuk puisi lama yang dipengaruhi kebudayaan Arab. Memiliki ciri-ciri : Terdiri atas empat baris, tiap baris terdiri atas 8 sampai 10 suku kata, semuanya merupakan isi, berima akhir  a-a-a-a.
Contoh :
Syair
Karya Rizki Subbeh

Aku berjalan sakit pilu
Menahan hati yang tersakitimu
Buat apa menunggu rindu
Bila kau tak merasa sendu

5.      Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, dst.

b.      Puisi Baru merupakan puisi yang tidak terikat oleh suku kata, rima, jumlah baris. Artinya puisi baru ini sangat bebas kawan jadi untuk pembaca yang suka nulis lebih mudah niihhhh. Selain itu puisi baru tetap ada ciri-cirinya lohh, yuk kita simak apa saja ciri-cirinya.
Ciri-ciri puisi baru :
·         Bentuknya rapi, simetris
·         Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)
·         Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
·         Sebagian besar puisi empat seuntai
·         Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
·         Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
setelah ciri-ciri masih ada jenis-jenisnya loh, yuk simak lagi.

Jenis-jenis puisi baru masih dibagai menjadi dua yaitu menurut isinya dan bentuknya.

·         Menurut isinya dibagi menjadi 7

a.      Balada, adalah jenis puisi baru berisi mengenai sebuah al kisah atau cerita tentang sesuatu atau seseorang.

b.      Romance, adalah jenis puisi baru yang berisi tentang sebuah luapan perasaan cinta, kasih dan sayang.
Contohnya :
“Karya Chairil Anwar”

Sajak Putih
Buat tunanganku Mirat

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…

Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…


c.       Himne, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sebuah pujaan untuk tuhan, tanah air atau pahlawan.
Contohnya :
“Karya Saini S.K”

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.

d.      Epigram, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai tuntutan atau ajaran hidup.
Contohnya :
“karya Iqbal”

Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.

e.       Ode, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sanjungan untuk orang yang telah berjasa.
Contohnya :
“karya (Asmara Hadi)”

Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia

f.        Elegi, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai ratapan tangis atau kesedihan.
Contohnya :
“karya Chairil Anwar”

Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

g.      Satire, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sebuah sindiran atau sebuah kritikan.
Contohnya :
“Karya W.S. Rendra”

Sajak Sebatang Lisong

........................
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.

·         Menurut Bentuknya Dibagi Menjadi 8
a.      Distikon, adalah jenis puisi baru yang tiap bait dari puisi ini terdiri atas 2 baris saja.
Contohnya :
“karya Or. Mandank
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh

b.      Terzina, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 3 baris.
Contohnya :
“karya Sanusi Pane”
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari

c.       Kuatrain, adalah jenis puisi baru yang mana tiap bait dari puisi ini terdiri atas 4 baris.
Contohnya :
“karya A.M. Daeng Myala

Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu

d.      Kuint, adalah jenis puisi baru yang tiap bait dari puisi ini terdiri dari 5 baris.
Contohnya :
“karya Or Mandank”

Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan

e.       Sektet, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri dari 6 baris.
Contohnya :
“karya Ipih”

Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernapas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih

f.        Septime, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 7 baris.
Contohnya :
“karya Mohammad Yamin”

Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya

g.      Oktaf atau Stanza, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 8 baris.
Contohnya :
“karya Sanusi Pane”

Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang

h.      Soneta, adalah jenis puisi baru yang baitnya terdiri dari 14 baris yang mana terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris, dan bait keduanya masing-masing 3 baris.
Contohnya :
“karya Mohammad Yamin”

Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )

dan trakhir karya yang termasuk pada karya fiksi yaitu Drama, yukk simak lagi penjabarannya.....

3.      Drama berasal dari kata Yunani, yaitu draomai yang berarti berbuat, bertindak, bereaksi, dan sebagainya. Sehingga drama dapat diartikan sebagai perbuatan atau tindakan.
Secara Umum, drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dikenal dengan istilah teater. Dapat dikatakan bahwa drama berupa cerita yang diperagakan para pemain di panggung.
Pada Umumnya, drama memiliki dua arti, yaitu drama arti luas dan drama arti sempit.
Dalam arti luas, pengertian drama adalah semua bentuk tontonan yang mengandung cerita yang dipertunjukkan di depan orang banyak.
 Dalam arti sempit,pengertian drama adalah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan ke atas panggung.

Sejarah Drama
Sejarah drama sebagai tontonan sudah ada sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita sudah memainkan drama sejak ribuan tahun yang lalu. Bukti tertulis yang bisa dipertanggung jawabkan mengungkapkan bahwa drama sudah ada sejak abad kelima SM. Hal ini didasarkan temuan naskah drama kuno di Yunani. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. Sejarah lahirnya drama di Indonesia tidak jauh berbeda dengan kelahiran drama di Yunani. Keberadaan drama di negara kita juga diawali dengan adanya upacara keagamaan yang diselenggarakan oleh para pemuka agama. Intinya, mereka mengucapkan mantra dan doa.
Ada beberapa jenis drama tergantung dasar yang digunakannya. Dalam pembagian jenis drama, biasanya digunakan tiga dasar, yakni: berdasarkan penyajian lakon drama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah drama.
Berdasarkan penyajian lakon, drama dapat dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu:
1.) Tragedi: drama yang penuh dengan kesedihan
2.) Komedi: drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
3.) Tragekomedi: perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
4.) Opera: drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
5.) Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
6.) Farce: drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
7.) Tablo: jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
8.) Sendratari: gabungan antara seni drama dan seni tari.
Berdasarkan sarana pementasannya, pembagian jenis drama dibagi 6 jenis:
1. Drama Panggung: drama yang dimainkan oleh para aktor dipanggung.
2. Drama Radio: drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmat.
3. Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama televisi tak dapat diraba.
4. Drama Film: drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di bioskop.
5. Drama Wayang: drama yang diiringi pegelaran wayang.
6. Drama Boneka: para tokoh drama digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang.
Berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama dibagi menjadi 2 :
1. Drama Tradisional:tontonan drama yang tidak menggunakan naskah.
2. Drama Modern: tontonan drama yang tidak menggunakan naskah.

Ciri-ciri Teks Drama :
·         Seluruh cerita berbentuk dialog, baik tokoh maupun narator. Inilah ciri utama naskah dialog, semua ucapan ditulis dalam teks.
·         Semua dialog tidak menggunakan tanda petik (“…”). Dialog drama bukan kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama tidak memakai tanda petik
·         Naskah drama dilengkapi petunjuk tertentu yang harus dilakukan tokoh pemerannya. Petunjuk itu ditulis dalam tanda kurung (…) atau dengan memberikan jenis huruf yang berbeda dengan huruf dialog.
·         Naskah drama terletak diatas dialog atau disamping kiri dialog.
Contoh :
Stark : Saat ini Loki sudah berhasil membuka portal-nya.
Thor : Saatnya kita beraksi.
Fiqi: Jangan gegabah, sebaiknya kita membangun strategi dulu Stark.
Ciri-ciri drama adalah seperti yang berikut:
a.       Harus ada konfliks
b.      Harus ada aksi
c.       Harus dilakonkan
d.      Tempoh masa kurang daripada 3 jam
e.       Tiada ulangan dalam satu masa
Jenis-jenis drama pula adalah seperti yang berikut:
a.       Tragedi
Mengandungi cerita tentang kemalangan dan kesedihan.
b.      Komedi
Mengutarakan kisah hidup sehari-hari dengan pelbagai peristiwa lucu yang boleh menyebabkan penonton ketawa.
c.       Tragi-Komedi
Mengandungi unsur-unsur kesedihan dan unsur-unsur lucu.
d.      Opera
Mengemukakan cerita yang digabungkan dengan muzik.
e.       Pantomim
Lakonan dipersembahkan melalui gerak badan dan mimik muka yang berlebihan untuk menyatakan aksi dan perasaan watak. Biasanya pemain pantomim hanya menggunakan gerak dan mimik tanpa mengeluarkan suara, karena suara sudah digantikan oleh rekaman sebagai pendukung dan penjelasan maksut pemeran.
f.       Bangsawan

Para pelakon membentuk dan mengubah sendiri dialog-dialog yang ingin disampaikan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca yaahhh, sekian terimakasih silahkan tinggalkan komentar.



Ket Ilustrasi Gambar
http://id.wikihow.com/Menulis-Karya-Fiksi
http://darm4.blogspot.co.id/2012/07/anwar-adalah-tokoh-populer-sastrawan.html
http://www.anneahira.com/puisi-karya-ws-rendra.htm

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Karya Fiksi, Prosa, Puisi, dan Drama beserta Contohnya"

Posting Komentar