loading...

Esai Oleh Rizki Subbeh "Polemik Ruang Kuliah"



Esay  Oleh Rizki Subbeh
"Polemik Ruang Kuliah"
Pendidikan menjadi simpul dari perubahan, Dengan mengatakan demikian kita telah menempatkan pendidikan pada posisi yang sangat mulia bagi pembentukan dan perkembangan kepribadian. Ini menjadi tujuan umum dari apa pun bentuk pendidikan yang diselenggarakan. Pertanyaan muncul: bagaimana kita bisa mendesain pendidikan kita sehingga yang namanya mutu pendidikan dan perkembangan serta pertumbuhan kepribadian itu sungguh bisa dicapai?. Kita pasti mengetahui bagaimana ruang kuliah yang identik dengan pembelajaran atau ajang mencari ilmu. Terlebih, tempat tersebut sebagai salah satu wadah interaksi antar manusia. Hal tersebut akan menciptakan polemik yang secara tidak langsung merugikan dan ada pula yang menguntungkan untuk antar individu, tetapi hal tersebut terkadang menjadi momok yang menakutkan bagi mahasiswa yang bisa menyadarinya. Sangat ironis jika keadaan pada ruang kuliah menjadi sebuah bumerang bagi mahasiswanya. Kehidupan memang tidak lepas dari berbagai tragedi, tetapi yang perlu kita ingat tidak ada tragedi yang terjadi tanpa ada sebab yang muncul pada permukaan. Jika kita amati dengan sangat cermat dunia pendidikan di negeri ini, terkhusus pada pendidikan kampus dengan mengambil example “ruang kuliah”, tentu kita dapat melihat sebuah kenyataan yang sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak mengkhawatirkan, jika melihat kondisi ruang kuliah yang saat ini terkesan bermasalah, akan tetapi oknum-oknum masih bisa beralibi demi tertutupnya masalah yang selama ini terus berguling. Dilema yang terjadi pada ruang kuliah tidak akan selalu terbenam serapi tumpukan baju yang berlipat dan jika saat itu tiba akan terjadi kegaduhan yang belarut-larut lamanya.
Bicara tentang dilema, tentu perhatian kita akan mengarah pada hal-hal yang ada pada ruang kuliah. Bangunan gedung pada tataran pendidikan seharusnya terdapat berbagai macam fasilitas yang memberi kenyamanan proses pembelajaran, namun pada kenyataanya oknum yang bersangkutan hanya bisa mendirikan bangunan yang kokoh tanpa ada fasilitas yang mewadahi. Hal tersebut tidak sebanding dengan kewajiban para mahasiswa yang harus membayar mahal demi pendidikannya, biaya tiap tahun akan selalu melonjak dengan adanya mahasiswa baru. Tetapi pertahun juga, fasilitas tetap jalan ditempat tanpa ada pembedahan, evaluasi terkait kenyamanan pada bangunan gedung, anehnya ruang-ruang yang tidak bisa dibilang menunjukkan kemajuan pada pendidikan di desain secara istimewah dan senyaman mungkin tanpa memikirkan bagaimana ruang kuliah mahasiswa yang terbilang gagap fasilitas. Melihat permasalahan tersebut tak sebanding dengan Universitas yang ada pada negara-negara lainnya, yang terkesan mementingkan mahasiswa sebagai tumpuan pendidikan. Berbeda keadaannya pada dunia kampus di dalam negeri. Justru kemewahan akan terasa jika menepati pada sebuah ruang para teknokrat, hal ini akan menjadikan ketidak seimbangan dalam dunia pendidikan ini. Banyak hal yang terjadi pada ruang kuliah akan tetapi sebuah polemik tidak akan berarti jika penggerak bangsa terdiam melihat kenyataan yang di alami. Menunggu kesadaran hanyalah omong kosong, tindakan sebuah perubahan menjadi kunci kemajuan pendidikan negeri. Akan tetapi muncul sebuah pertanyaan kembali: adakah perlawanan yang berarti dari segenap jajaran mahasiswa? Pertanyaan itu seolah menunjukkan bagaimana ketidak berdayaan pemikiran bibit anak bangsa. Apa yang menjadi landasan ketidak berdayaan tersebut timbul? Tentu kita masih berangan-angan bagaimana pemikiran mahasiswa yang sebenarnya atau sebaliknya mahasiswa tidak memperdulikan gejolak yang terjadi, yang ada hanyalah kesenangan menjalani sebuah instansi yang di anggapnya sudah menjanjikan untuk masa depan bagi masing-masing perorangan. Polemik panjang ini memang harus tertangani oleh pemerintah sendiri, kurangnya pemantauan secara langsung mungkin menjadi salah satu unsur terjadinya permasalahan tersebut. Penangan sangat serius harus terjadi, terlebih pemerintah turun kejalan untuk melihat bagaimana keadaan dunia pendidikan negara ini. Adanya perubahan sistem pemerintahan akan menjadi sebuah awal untuk pemberantasan sebuah permasalahan yang terjadi pada dunia pendidikan, yang nanti akan di lanjutkan sebuah pembenahan dalam sistem pendidikan di tanah air ini. Sehingga negara ini akan sepadan dengan negara tetangga yang sudah melampui di atas kita, citra dunia pendidikan akan kembali terangkat di mata dunia dengan bukti mampu memunculkan kumpulan otak-otak manusia yang cerdas berkualitas tinggi.
 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Esai Oleh Rizki Subbeh "Polemik Ruang Kuliah""

Posting Komentar